Rabu, 21 November 2012

Gini, loh Cara Menulis Catatan Kaki dan Daftar Pustaka yang Benar



Mahasiswa kelas G, Ilmu Komunikasi UMN berlomba untuk mendapatkan bintang dari Ibu NIknik, dosen Bahasa Indonesia, Selasa (20/11). Kami mahasiswa UMN khususnya kelas G ilmu komunikasi selalu dibuat deg-degan dengan kehadiran Ibu Niknik. Pada setiap latihan soal yang diberikan saat mata kuliah Ibu Niknik, dia selalu membagikan point-point berupa bintang dan mahasiswa harus berlomba untuk mendapatkan bintang tersebut. Dan hampir setiap tatap muka  dia mengadakan latihan soal. Memang, untuk belajar menulis Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diperlukan banyak latihan, bukan teori.

Materi kuliah yang disampaikan Ibu Niknik kali ini adalah tentang cara penulisan catatan kaki (Footnote) dan daftar pustaka. Ibu Niknik menjelaskan materi selama 30 menit, dan selanjutnya mahasiswa diberi latihan soal. Latihan yang kami kerjakan harus betul semua, baru boleh dikumpulkan. Selama mengerjakan banyak mahasiswa bolak-balik ke meja Ibu Niknik untuk mengumpulkan. Mahasiswa memberikan hasil kerja mereka kepada Ibu Niknik untuk di-check apakah masih ada kesalahan atau tidak. Jika masih ada kesalahan maka Ibu Niknik akan memencet “bell”  (bell penanda makanan siap saji) yang sudah dibawanya. Ibu Niknik menggunakan metode belajar seperti ini agar mahasiswa terkesan dengan pelajarannya, dan dapat menemukan kesalahan mereka sendiri dalam mengerjakan latihan, sehingga terjadi proses pembelajaran disana. tentunya dengan hal ini pasti akan menimbulkan kesan pada benak mahasiswa.

Aturan sebenarnya, menulis Catatan Kaki (Footnote)
1Nama penulis, Judul Buku (Tempat: Penerbit, Tahun), hlm.
2Nama penulis, “Judul Artikel”, dalam Nama Majalah, Edisi/Nomor, halaman, Tempat.
3Nama penulis, “Judul Artikel”, dalam Http://www.kompas.com, 13 November 2012, Jakarta.

Aturan sebenarnya, menulis DAFTAR PUSTAKA (ditulis dengan huruf kapital semua). Daftar pustaka ditulis sesuai abjad nama pengarang.

Penulis. Tahun. Judul Buku. Tempat: Penerbit.
*Danielisa Putri Adita menjadi Adita, Danielisa Putri

Penulis. Tahun. “Judul Artikel”. Dalam Nama Surat Kabar. Tanggal. Tempat
Penulis. Tahun. “Judul Artikel”. Dalam Nama Majalah. Edisi/Nomor (angka romawi). Tanggal. Tempat
Penulis. Tahun. “Judul Artikel”. Dalam Http://blabla.com. Diunduh pada 13 November 2012. Jakarta.

Penulis I (dibalik) & penulis II
Penulis I (dibalik), II & III

Jika tidak ada nama penulis;
Kompas. 2006. “Pesona Negri”. 8 November. Jakarta.

*dipersilahkan untuk berkomentar, apabila penulis melakukan kesalahan.

source: Kuntarto, Niknik M. 2011. Cermat dalam Berbahasa, Teliti dalam Berpikir. Jakarta: Mitra Wacana Media.


Kamis, 08 November 2012

Ke Jakarta Naik Motor


Senin, 5 November 2012
Untuk pertama kalinya saya pergi ke Jakarta naik motor! Begini ceritanya,

THE JOURNEY
Jadi, saya mempunyai teman gereja yang mengambil jurusan psikologi di Universitas Khatolik Atma Jaya, bernama Sarah Rezivon Tinayo, biasa saya memanggilnya ‘Mba Ivone’. Awalnya dia meminta bantuan saya untuk menjadi subjek dalam tes psikologi dia. Setelah saya pikir-pikir tidak ada salahnya juga bilsa saya membantu Mba Ivone untuk menjadi subjek testnya. Lagi pula, pada tanggal test tersebut saya sedang libur.

Karena saya sudah menyanggupi permintaan Mba ivone maka kami sepakat untuk membicarakan bagaimana kami berangkat ke kampus Atma Jaya. Ada dua pilihan, naik bus atau naik motor. Setiap hari Mba Ivone mengendarai motor menuju kampusnya. Ini jauh lho, bayangkan rumah Mba Ivone berada di Tangerang dan kampusnya berada di daerah Semanggi, Jakarta Pusat. Mba ivon harus berangkat 2 jam sebelumnya dari jam kuliah, biar kedatangannya tidak mepet. Bila naik bus, ini akan memakan waktu yang lebih lama.  

Oke, kami sepakat untuk naik motor ke kampus Atma Jaya, agar menghemat waktu. Mengingat kami harus sampai jam 8 pagi, maka Mba Ivone mengusulkan untuk berangkat jam set engah enam pagi. Jadi, Mba Ivone terlebih dahulu menjemput ke rumah saya jam 5 kewat 15 menit, kebetulan rumah kami berdekatan. Setelah itu kami langsung berangkat menuju Jakarta.

Rute yang kami lewati adalah lewat jalur selatan *udah kaya mudik. Mulai dari Ciledug, Cipulir, Kebayoran, Senayan dan akhirnya Semanggi. Wow perjalanan yang cukup jauh. Perjalanan menuju kampus Atma Jaya, tidak berlancar karena walaupun kami sudah berangkat pagi tetap saja kami mengalami kemacetan. Memang sudah tidak dapat dipungkiri lagi kalo jalanan Indonesia itu pasti macet. Tidak mau berlama-lama mengantri dijalanan, Mba Ivone yang sudah berpengalaman dalam membawa motor, mengambil jalur kanan. Seharusnya kami tidak melakukan ini, dan harus berjalan di jalur kiri. Tetapi karena jalanan di daerah Ciledug macet, kami terpaksa mengambil jalur kanan jalan. Tidak hanya kami yang berlaku demikian. Banyak pengendara motor lain melakukan hal ini juga. *Ckckckckc.

Okey, setelah satu setengah jam perjalanan dari Tangerang menuju Jakarta, akhirnya kami sampai di Kampus Atma Jaya, Jakarta. Seturunnya dari motor, bokong saya langsung kesemutan karena kelamaan dan tidak biasa duduk lama-lama di motor *hahah norak.

KAMPUS DARI TAHUN 60-an
Atma Jaya, Jakarta kampus yang berdiri dari tahun 60-an. Tidak heran jika bangunannya masih tampak jadul. Saya banyak melihat poster mahasiswa Atma Jaya yang meninggal akibat demo besar-besaran pada tahun 1998. Poster tersebut ditempel, mungkin untuk mengenang jasa para mahasiswa yang meninggal pada demo tersebut.

THIS IS THE TEST
Test dimulai pukul 08.30. pada tahap awal, soal test masih sama seperti soal test saya sewaktu SMA permainan logika, kata-kata dan disuruh menggambar pohon dan orang. Test seperti ini masih ringan dan ya cukup menyenangkan. Tapi tidak ketika saya menghadapai test pauli!!!! Astaga ini apa? Baru pertama kali saya ngeliat kertas segitu gede dan isinya angka semua bolak balik. Disuruh itung penjumlahan dari angka pertama sama bawahnya. Sebenarnya ini cuma penjumlahan sederhana, tetapi mungkin karena udah males saya ngeliat angka sebegitu banyak, jadi saya sudah merasa pusing duluan -,-“


Diawal-awal mengerjakan, saya masih lancar dan tidak terhenti, tetapi setelah setengah perjalanan, tangan mulai pegal, otak pusing, mata pusing ngeliat angka banyak. Sampai-sampai mikir 4+2 aja jadi lama. Hahaha. Katanya sih, test pauli itu untuk ngetest kemampuan kita dalam mengerjakan sesuatu itu konstan apa engga. Jadi, kan suka ada orang yang bila mengerjakan sesuatu itu awalnya doang yang semangat, tapi kesananya jadi males-malesan. Saya mengerjakan test pauli tidak sampai satu lembar. Hahha, emang dari sananya sudah males. Tapi ada orang yang sekelas dengan saya, mengerjalan test pauli sampai minta 1 lembar test pauli lagi. AMAZING!! Niat sekali orang itu! Hahaha, apa dia ngisinya ngasal ya? *eh.

A LITTLE BIT OF REFRESHING
Huftt akhirnya selesai juga test psikologi ini pada pukul 14.00. perut sudah lapar sekali, untungnya dapat konsumsi. Habis makan, Mba Ivone ngajak saya ke Plaza Semanggi, untuk jalan-jalan dan sekalian Mba Ivone cari makan.

Oke setelah kenyang dan puas jalan-jalan, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Tangerang. Waktu saat itu menunjukkan pukul 16.00 waktu yang pas untuk pulang, karena jam segini jalanan masih belum macet dipenuhi oleh orang yang pulang kantor

Oke, thank you Mba Ivone atas ajakannya untuk jadi subjek. Dengan begitu saya jadi punya pengalaman jalan-jalan ke Jakarta naik motor, hahaha :p




Rabu, 07 November 2012

Purpose Driven Life


Purpose driven live buku karangan seorang pendeta bernama Rick Warren. Buku ini berisikan tentang, tujuan manusia hidup di dunia. Banyak dari kita yang mempertanyakan, untuk apa sih, kita diciptakan? Apa tujuan Tuhan dalam hidup kita?

Komisi Pemuda Remaja 2012 GKJ Tangerang mengadakan bedah buku PDL untuk kedua kalinya. Setelah sebelumnya kami pernah membahas buku ini, tetapi belum tuntas. Setelah komisi pemuda remaja 2012 membuat program kerja baru untuk tahun 2012, kami merencanakan untuk  melanjutkan membahas buku PDL ini tetapi dari awal lagi.

Sabtu, 3 November 2012 menjadi hari perjumapaan awal kami membahas buku PDL. Pada pembahasan kali ini, Mba Devina yang menjadi pembicara kami. Mengawali sesi penjelasan, Mba Devina sudah memberikan kami print out rangkuman PDL chapter yang pertama, yaitu “Semuanya Diawali dengan Allah”.

Mba Devina menjelakan, kalau seringkali kita memanfaatkan Tuhan untuk membantu kita mencapai tujuan kita sendiri, padahal tujuan sebenarnya kita hidup di dunia ini adalah untuk memenuhi tujuan Tuhan, bukan tujuan kita.

Diakhir penjelasan Mba Devina, ia memberikan kami buku kecil untuk menuliskan pesan apa yang didapatkan pada penjelasan chapter pertama PDL. Ia memberikan buku kecil dan menyruh untuk menuliskan pesan, agar kita tidak lupa dengan penjelasan Mba Devina tadi.

Perjalanan kami masih jauh, untuk menyelesaikan buku ini. Masih ada 39 hari, lagi. Semangat kawan-kawan dalam mencari jawaban atas tujuan kita hidup di dunia untuk Allah. 

Character Building 2012 UMN!


Mahasiswa UMN angkatan 2012 mengikuti seminar “Character Building” yang menjadi seminar wajib bagi mahasiswa barunya. Seminar ini dilakukan dalam beberapa bulan. Setiap kelas mendapatkan giliran masing-masing untuk mengikuti seminar ini. Kelas G1 mendapat giliran pada Sabtu (20/10) di ruang B301 pukul 09.00. Kelas ini dipandu oleh Pak Irfas pada sesi pertama dan Ibu Sandra pada sesi kedua.

Dalam sesi pertama yang berjudul carring diawali dengan games terbelih dahulu yang dipandu oleh Pak Irfas. Game yang kita lakukan adalah meniru gerakan bebek dengan diingiringi lagu anak-anak. Pada awal games, setiap mahasiswa diminta untuk menirukan gaya bebek, dan pada gerakan berikutnya, kita diminta untuk mencari pasangan menari, sampai akhirnya terbentuk kelompok dari beberapa pasangan. Banyak mahasiswa yang tertawa pada games ini. Tujuan dari games ini adalah  untuk mencairkan suasana sebelum memasuki sesi yang sebenarnya, sehingga mahasiswa merasa rilex dan tidak bosan.

Setelah puas bermain mahasiswa diminta untuk duduk berkelompok dan mendengarkan penjelasan Pak Irfas mengenai “apa itu carring?” carring adalah sikap peduli terhadap diri sendiri, orang lain dan masyarakat sebagai wujud tanggung jawab terhadap Tuhan. Dimana pada kesempatan ini Pak Irfas juga memberikan contoh konkrit yang dapat mahasiswa lakukan agar menjadi pribadi yang carring, misalnya; bersikap ramah terhadap siapa pun, menyapa teman, dosen atau karyawan staff UMN, menjaga kebersihan lingkungan, menegur teman bila berbuat salah dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan rasa kepedulian kita tehadap sesama.

Yang menarik dalam seminar ini adalah pembicara tidak hanya menjelaskan teori-teori dengan cara presentasi, tetapi juga menggunakan media lain seperti video clip yang isinya dapat dididkusikan dan direfleksikan oleh mahasiswa. Selain itu, games-games kelompok yang menuntut mahasiswa untuk aktif bermain juga menambah nilai plus dari seminar ini.

Sebelum menlanjutkan ke sesi kedua, para mahasiswa mendapatkan makan siang dan beristirahat selama satu jam.

Pukul 13.30 sesi kedua dimulai. Ibu Sandra lah yang membawakan sesi ke dua dengan judul competent. “ada yang tau competent itu apa? Yang jawab pertanyaan saya nanti saya kasih sticker” kata bu Sandra mengawali sesinya. Mahasiswapun banyak yang berusaha menjawab agar mendapatkan stiker. Dimana mahasiswa yang mendapat stiker paling banyak, akan mendapatkan hadiah di akhir seminar ini.

Mahasiswa yang berkompeten adalah mahasiswa yang dapat bekerja dengan professional, belajar dengan cerdas, dan mempunyai etika.

Dalam seminar sesi kedua, Ibu Sandra membagikan pengalaman dia, waktu berkuliah. Ibu Sandra bercerita, pada saat kuliah dulu, ia pernah menunda untuk membuat skripsi, yang akhirnya ia harus membayar sendiri uang kuliahnya. Dari pengalaman Ibu Sandram, mahasiswa menjadi sadar kalau jangan sekali-kali kita menunda pekerjaan, kalau tidak mau mendapat persoalan yang lebih rumit.

Character Building 2012 UMN. Seminar yang membuka pengetahuan mahasiswa, akan bersikap professional