In the morning we go to the Kuta Beach!!! Yeahh!! Panassss L hahahaha. Masih sepiii, lest take photo, grab your cam! Pasir putih, debur ombak, dan terik matahari what a package of Kuta! Ahahha. Disini saya melihat bule bule yang pada berjemur, berharap kulit mereka bertambah coklat seperti kulit saya, dan saya berharap kulit saya seperti bule-bule sebelum dateng ke Bali *NGAREP! Haha.
Berjalan di
tepi pantai seringkali membuat saya ditawarin berbagai service yang disediakan
oleh pedagang-pedagang di Kuta, dari “coba belajar surfing de?”. “ga bisa mas”
atau “sewa payungnya de, tempat duduk?” “engga mas, saya mau menikmati duduk di
pasir aja” samapi jasa kutex, tattoo dan massage, alias pijet. Dari sekian
banyak yang nawarin jasa di Kuta, yang menarik saya hanyalah bikin kutex dan
tattoo ahaahah B)
FYI:
tawarlah harga jasa di Kuta dengan semurah-murahnya, dan jangan terlihat kita
sangat menginginkan jasa tersebut *muna sedikit lah, hahah.
Disekitar
Kuta banyak yang menawarkan rental motor. Dengan harga sekitar 70rb per hari.
Bagi wisatawan asing dilarang mengendarakan motor dengan dada telanjang bagi
pria, dan mengenakan bikini bagi wanita. Bila terlihat oleh aparat maka akan di
kenakan sanksi, kata pak Made sih gitu, tapi in fact saya masih melihat bule
cowo yang telanjang dada mengendarai motor dengan santainya.
Mangrove
forest
Puas di
Kuta, kami melanjutkan perjalanan ke Mangrove Forest. Ini merupakan tempat
pelestarian tumbuhan mangrove yang berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem
pantai. Disini lumayan adem, karena banyak pohon mangrove yang rimbun. Disini
kita akan melewati jembatan setapak yang panjanggggggg banget, sampe cape gue
jalannya sumpah! FYI: tidak usah mengelilingi hutan ini terlalu jauh kalau
memang enggak kuat jalan. Tapi bagi saya waktu itu rasa penasaran membuat saya
terus semangat berjalan di atas jembatan dengan dikelilingi tumbuhan mangrove
yang rimbun. Tetapi yang bikin males balik lagi ke awal adalah bila sudah
sampai di pelabuhan yang anginnya asoy banget, ditambah kaki yang pegel berasa
ga mau beranjak dari saung di pelabuhan. But life must go on, we back again !
wow *butuh tukang pijet di Kuta.
Dreamland
Beach
Next stop is
Dreamland Beach. Kami sampai di dreamland pukul 4 sore dan itu panasnya masih
sangat sangat sangat panass, astaga Bali, hhaha. Kami berencana melihat sunset
di dreamland. Menurut saya pantai Dreamland itu lebih sangat sangat bagus dari
pada Kuta. Disini ombaknya gede-gede banget! Enak banget buat berenang! Pasirnya putih, airnya biru
bangett, dan ada tebing tebing yang bagus banget buat spot foto-foto. Enggak
salah pantai dreamland sempat menjadi tempat syutingnya Julia Robert dalam film
eat,love and pray J
FYI, lain kai main ke Penisula ya, lokasinya di jimbaran, airnya biru langit, ombak sama karangnya aduhai, atau kalo mau main sepeda mending di sanur beach aja bhahaha, atau mending kontak saya aja kalo pingin ke bali kapan-kapan, biar bisa aku guide tin gratis, tapi dikasi makan lah ya X) mwahahahaha
BalasHapus