Pada pagi
hari tak lupa kami jalan-jalan disekitar kawasan Hotel, kami mengunjungi monument nama-nama korban pada bom Bali satu
| monument nama korban Bom Bali satu |
Karena kemaren
kita ke Tanah Lot nya sore maka kita berencana kembali untuk ke Tanah lot pada
waktu siang hari. Kunjungan saya yang kedua ke Tanah Lot sangat memuaskan
karena masih siang jadi suasana pemandangannya pun dapet bangett. Saya juga
sempat meminum “air suci” terus dikasih daun kamboja warna kuning dan dijidat
saya dikasih beras, gatau deh itu gunanya buat apa. Tapi percaya ga percaya air
suci yang ada di Tanah Lot katanya mempunyai khasiat.
Ahahah ini
merupakan tempat yang paling seru yang pernah saya kunjungi di Bali, Alas
Kedaton, pura ditengah hutan yang dihuni ratusan monyet. Ahahaha, ketemu deh
sama sodara :p. begitu parkir saya sudah melihat monyet dipohon yang berada di
depan mobil kami. Untuk masuk ke kawasan alas kedaton kami dipandu oleh pemamdu
wisata yang adalah empunya toko-toko yang berada di sekitar pintu masuk Alas
Kedaton. Jadi mereka-merekalah yang merawat monyet-monyet ini.
Sebelum masuk
lebih dalam untuk bertemu dengan para monkeys ini, kami terlebih dahulu membeli
kacang, untuk kami berikan ke monyet-monyet disini. Satu bungkus kacang
harganya seribu *cukup murah. Di alas kedaton tidak hanya ada monyet saja,
tetapi juga ada kelelawar dan ular yang dipelihara disana. Mereka semua sudah
jinak karena sudah terbiasa hidup dengan manusia. Kita bisa foto dengan
memegang kelelawar dan ular, tetapi harus membayar 10.000. yang anehnya
kelelawar disini tuh enggak bau sangit, beda sama kelelawar yang berada di
pulau penyu. Kelelawar di Alas Kedaton sangat dijaga kebersihannya, katanya
mereka-mereka itu rajin dimandikan secara berkala oleh warga di Alas Kedaton. Asal
lu tau guys, kelelawar disini tuh, diberi minumnya fruit tea, *sett gaya banget
kelelawar minumnya fruit tea, gue aja jarang-jarang hahaha.
Lanjut masuk
kedalam semakin banyak monyet berkumpul. Waktunya ngasih makan kacang hahaha. Wuoww
sempet ngeri juga karena monyet monyet ini begitu liat kacang pasti langsung
agresif. Kata pemandunya yang penting kita jangan megang dia, kalo ga mau
digigit. Dan jangan mengepal tangan, karena disangka monyet kita nyembuyiin
kacang dari dia. Kalo udah gitu, bisa-bisa monyetnya naik ke bahu kita buat
nyari kacang yang disangka dia ada pada kita.
Jimbaran
| so romantic |
Untuk menutup hari terakhir kami di Bali, kami merencanakan untuk makan malam di Jimbaran. Yuhuuu!!! Asoy J jimbaran tempat restoran seafood yang menyediakan pemandangan pinggir pantai yang romantic bangett. Makanan disini enakkk, gatau ya yang gue rasain sih beda aja sama seafood si Tangerang hahah, apa cuma sugesti gue aja, karena gue lagi di Bali? hhaha. Tapi beneran enak, yang biasanya gue makannya dikit disana gue makan banyak banget hahaha. Udang bakar, kakap asam manis, kakap bakar, es kelapa aaaahhhh I want come back again to Jimbaran!!! Hahhaha.
Keesokan paginya
kami berangkat pukul 11 ke bandara Ngurah Rai untuk kembali pulang ke
Tangerang. What a beautiful vacation with my family, thanks Bali youre so
gorgeous !
FYI: nama
yang sering digunakan di Bali adalah wayan/putu berarti anak pertama, Made anak
kedua, Nyoman anak ketiga, dan Ketut anak keempat. Anak kelima? Balik lagi ke
urutan pertama, wayan, made, nyoman dan ketut ahahahaha.
Cemilan yang
paling sering gue beli di Bali adalah Jagung bakar, dimana-mana pasti ada yang
jual jagung bakar deh, hahaha. Untuk wisatawan domestic dibandrol harga dari
5000-10.000 satunya. Untuk wisatawan asing 20.000 satu jagung.
Untuk oleh-oleh
krisna bali udh paling TOP banget deh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar