pemimpin? karakter apa aja sih yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin??
saya habis baca buku bagus nih, judul bukunya adalah crazy leadership. buku ini menjelaskan tentang karakter-karekter yang dimiliki oleh seorang pemimpin. dengan cara penulisan yang simple dan diserati gambar humor menjadi menarik untuk saya baca. berikut rangkumannya. semoga bermanfaat :)
1. Keteladanan
Pemimpin sejati harus bisa menjadi teladan bagi bawahannya. Pemimpin sejati tidak perlu banyak biacara dan pamer kekuasaan. Tindakan-tindakan pemimpin lebih dillihat oleh bawahannya. Pemimpin gadungan hanya bisa berkoar-koar mengenai kekuasaan mereka tanpa melakukan tindakan nyata yang bisa diteladani.
2. Kebaikan.
The kindness it can transmit to the other . kebaikan bisa mengubah seseorang untuk melakukan hal yang sama. Pemimpin yang sejati tidak sungkan bebrbuat baik kepada bawahannya.
3. Keberanian
Sifat keberanian adalah salah satu point penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Pemimpin sejati tidak akan putus aja bila jalan yang ditempuhnya sudah tidak menunjukkan hasil yang baik. Dibutuhkan keberanian untuk bangkit kembali dari keterpurukan. Dibutuhkan keberanian untuk mencoba membangun kembali apa yang sudah menjadi visi besar sang pemimpin. Keberanian untu mengambil resiko (tentunya dengan perhitungan), kemampuan membaca visi ke depan, dan kekaykinan yang teguh dengan visi yang dijalani adalah karakter khas yang dimiliki semua pemimpin besar.
4. Focus
Kunci dari focus adalah eliminasi. Seorang pemimpin harus bisa memprioritaskan dan mengelminasi kegiatnnya. Pemimpin yang bijaksana tahu mana yang harus diprioritaskan dan layak mendapatkan perhatian penuh dan mana yang harus disingkirkan dari daftar. Untuk melakukan hal yang maksimal pemimpin harus berani untuk mengorbankan hal-hal lain yang dapat mengganggu prioritas si pemimpin. Focuslah terhadap prioritas kita. Dan singkirikan hal-hal yang kurang penting.
5. Berubah
Jangan pernah mengharapkan orang lain untuk berubah demi anda, sebelum anda mengubah diri anda sendiri. Kadang kala kita sering complain terhadap bawahan yang kerjanya tidak professional, padahal sebenernya justru kitalah yang harus berbuah terlebih dahulu. Karena siapa tahu saja bawahan tersebut ternyata mengaca terhadap perilaku kita yang sebenernya tidak professional. Menemukan kesalahan orang lain memang lebih mudah dari pada menemukan kesalahan diri sendiri. Namun, daripada sibuk berusaha mengubah orang lain, lebih baik kita mulai untuk merubah diri sendiri lebih dulu, siapa tahu orang lain justru terinspirasi karena perubahan kita.
6. Warisan
Seorang pemimpin kelak jika mereka telah tiada haruslah dapat mewariskan sifat kepeminpinannya ke pada masayarakat. Kita tidak perlu pemimpin yang hanya bisa “show off”
Kita dapat belajar dari kisah Hilter dan Bunda Theresa. Ketika Hitler meninggal, dunia bersorak-sorai akan kemantiannya, tetapi ketika Bunda Theresa yang meninggal, dunia berkabung selama 3 bulan! Bunda Theresa mewariskan ribuan kasih sayang dan penerimaan, sedangkan Hitler meninggalkan ribuan trauma, kesedihan dan penderitaan.
7. Visi Besar
Jika anda hanya melakukan apa yang anda bisa lakukan, anda akan memperoleh hasil yang biasa anda peroleh. Untuk mencapai hal-hal besar dibutuhkan tindakan-tindakan besar. Seringkali visi yang kita buat hanya merupakan visi dan goal yang biasa yang mudah kita capai, karena kita takut dan tidak yakin bahwa diri kita mampu melakukan hal yang besar. Bahkan beberapa orang takut mencanangkan visi yang besar bukan karena takut melainkan mereka enggan untuk menderita. Jangan takut unutuk menderita jika hal itu pada akhirnya membawa kebaikan bagi dirimu.
8. Kemungkinan
Apa yang membedakan seorang peminpin sejati dengan pemimpin biasa? Seorang pemimpin sejati mampu melihat kemungkinan. Dibalik persoalan pasti ada kemungkinan positif yang dapat kita lakukan. Lihatlah persoalan dengan cara pandang yang berbeda dan berpikirlah kreatif
9. Mengubah
Banyak orang berudah mengubah orang lain. Ketika mereka gagal mereka merasa kecewa dan putus asa. Mengubah orang lain tidaklah mudah, jika kita ingin merubah orang lain, terlebih dahulu kita harus merubah diri kita sendiri menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kehari. Berhentilah untuk memfokuskan untuk merubah orang lain, akan lebih bijak apabila kita memfokuskan pikiran dan konsentrasi kita untuk menjadikan diri kita pribadi yang positif . dan secara tidak langsung bisa membawa perubahan untuk lingkungan sekitar.
10. Risiko
Sebagai pemimpin bila anda ingin mencapao hal yang besar, tentu dalam hal yang besar itu terdapat pula risiko yang besar. Pempimin sejati dapat menghadapi risiko yang besar tersebut dengan melakukan perhitungan dan tidak kehilangan semangat bertarung. Pemimpin sejati adalah pemimpin yang berani mengambil keputusan besar dengan penuh perhitungan dan siap menghadapi risiko dibalik keputusan itu.
11. Kepercayaan
Anda hanya akan dihormati jika anda menyelesaikan tanggung jawab anda. Jika bawahan bisa melihat bahwa kita memang menjalankan tugas kita sebagai pemimpin, mereka pasti akan dengan sukarela menghormati kita.
12. Reflektif
Banyak orang tidak sadar bahwa perlakuan orang lain terhadap diri kita mungkin merupakan cermin dari perilaku kita sendiri. Jika kita melukai seseorang, jangan kaget bila orang itu melukai anda.
13. Sukses
Kesuksesan adalah guru yang buruk, ia mengajarkan kita untuk merasa paling hebat dan tak terkalahkan. Pemimpin yang hebat ketika ia mencapai kesuksesannya , ia tidak akan terlena, nyaman dan menikmati begitu lama kesuksesan mereka. Pemimpin yang hebat akan berpikir lagi ke depan, kira-kira target apa selanjutnya yang akan dia lakukan untuk meraih kesuksesan yang lebih besar?
14. Multiplikasi
Pemimin yang benar melahirkan pemimpin yang lain, bukan pengikut. Seringkali dalam berorganisasi ada banyak pemimpin yang tidak mau melakukan regenerasi dan berpikir bahwa itu bukanlah tanggung jawabnya.
15. Kesalahan
Dari pada sibuk mengomentari kesalahan yang anda temukan, lebih baik berusah amencari solusinya. Sebagai pemimpin kita tentu saja berhak marah dan menegur bawahan yang melakukan kesalahan. Tetapi, apakah Anda berfokus pada kesalahannya saja atau berusaha mengarahkan bawahan untuk menemukan solusi agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi? Kesalahan bawahan, kesalah pemimpinnya juga. Pemimpin lah yang mempunyai tanggung jawab.
“The boss grives his men, the leader inspire them. The boss depends on authorithy, the leader depends on goodwill. The boss evokes fear, the leader radites love. The boss says “I”, the leader says “we”. The boss shows who is wrong, the leader shows what is wrong. The boss knows how it is done, the leader knows how to do it. The boss demands respect, the leader commands respect.”
16. Reputasi
Reputasi terbentuk dari karakter yang kuat.
17. Karakter
Karakterlah yang membuat anda tetap berdiri dipuncak ketika masalah datang.
18. Tujuan
Tindakan (aksi) tanpa tujuan (visi) adalah mimpi buruk.
19. Ketaatan
Sifat karakter lebih penting dari skill yang anda punya. Orang pintar tetapi sombong tidak akan dihormati orang lain. Sekalipun kita menjadi pemimpin, kita harus tetap menghormati otoritas diatas kita. Banyak kasus yang terjadi orang-orang yang diangkat menjadi pemimpin karena ia bisa mengormati otoritas diatasnya. Orang-orang yang tidak menghormati atasannya tidak akan mendapat respek dari bawahannya ketika ia menjadi pemimpin.
20. Antusias
Ingat: antusia bersifat menular. Jika sebagai pemimpin antusiame dan semangat anda tidak ada, bagaimana mungkin bawahan anda dapat bekerja dengan maksimal? “antusiame adalah induk dari semua usaha, tidak ada hal besar yang bisa dicapai tanpa antusiame!”
21. Alasan
Kadang kala ketika menjumpai situasi sulit, kita cenderung mencari-cari alasan untuk membenarkan bahwa kita tidak mampu menghadapinya. Sebenarnya, daripada banyak mengeluh dan mencari-cari alas an, bukankah lebih baik jika kita mengarahkan energy dan konsentrasi kita untuk mencari peluang untuk bisa mengatasi kesulitan yang ada.
(source: crazy leadership-Iwan Wahyudi)